Analisis gugus ujung merupakan teknik analisis polimer untuk mengetahui massa molekul satu sampel atau sistem dengan menghitung jumlah rantainya. Dalam proses polarisasi pada suatu monomer awal dan akhir rantai, akan terdapat gugus fungsi yang tidak berkaitan dengan satuan monomer lain. Jika suatu polimer diketahui mengandung jumlah tertentu gugus ujung per molekulnya, maka jumlah gugus itu dapat ditentukan dalam jumlah massa polimer dengan metode analisis gugus ujung. Dengan demikian jika massa 1 mol polimer dapat ditentukan,maka molekul atau bobot molekul polimer juga dapat ditentukan.
Showing posts with label Artikel kimia. Show all posts
Showing posts with label Artikel kimia. Show all posts
Tuesday, May 17, 2011
Sunday, May 15, 2011
Radionuklida Alam
Di alam ini terdapat berbagai radionuklida alam. Secara kuantitas, yang paling banyak keberadaannya adalah kalium-40, nuklida deret uranium, nuklida deret thorium, dan semuanya ini disebut radionuklida primordial, yaitu radionuklida yang sudah ada di kerak bumi sejak terbentuknya alam semesta. Selain itu, ada radionuklida alam yang lain yang jumlahnya relatif kecil, yaitu berbagai radionuklida seperti nuklida kosmogenik (nuklida hasil interaksi dari radiasi kosmik), yang terjadi karena interaksi antara radiasi kosmik dengan udara, dan nuklida produk peluruhan spontan nuklida dapat belah.
Label:
Artikel kimia,
Kimia Anorganik,
Kimia Dasar,
Radiokimia
Sunday, May 1, 2011
PENENTUAN KONSENTRASI SULFAT SECARA POTENSIOMETRI
ABSTRAK
PENENTUAN KONSENTRASI SULFAT SECARA POTENSIOMETRI. Telah dilakukan penelitian penentuan konsentrasi sulfat dengan metoda back titration menggunakan alat potensiometer. Tujuan dari percobaan ini adalah menentukan jangkauannya analisis, batas deteksi terendah dan kesalahan analisis. Metoda back titration dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi sulfat (orde ppm) didalam larutan (fase air). Contoh larutan diendapkan sebagai Barium sulfat dengan cara menambahkan Barium klorida berlebihan, kelebihan Barium dititrasi dengan larutan NaEDTA menggunakan elektroda ion selektif Kalsium. Perbedaan antara Barium klorida yang ditambahkan dengan kelebihan Barium yang dititrasi merupakan Barium sulfat yang diendapkan. Dalam percobaan digunakan sulfat standar 1000 ppm, larutan Ba Cl2 0,01 M, larutan Ca 1000 ppm dan larutan titer EDTA 0,01 M. Parameter percobaannya yaitu variasi konsentrasi sulfat dari 2, 5, 10 dan 20 ppm, dari hasil percobaan diperoleh bahwa untuk penentuan sulfat jangkauan analisis berkisar dari 5 s/d 20 ppm, kesalahan analisis berkisar antara 1,70 dan 2,40% dengan batas deteksi terendah sebesar 2 ppm. Hasil analisis penentuan sulfat di dalam FeSO4 7H2O dan Na2SO4 sebesar 34,00 dan 67,72%.
Kata kunci : analisis, potensiometri, sulfat (ppm).
PENENTUAN KONSENTRASI SULFAT SECARA POTENSIOMETRI. Telah dilakukan penelitian penentuan konsentrasi sulfat dengan metoda back titration menggunakan alat potensiometer. Tujuan dari percobaan ini adalah menentukan jangkauannya analisis, batas deteksi terendah dan kesalahan analisis. Metoda back titration dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi sulfat (orde ppm) didalam larutan (fase air). Contoh larutan diendapkan sebagai Barium sulfat dengan cara menambahkan Barium klorida berlebihan, kelebihan Barium dititrasi dengan larutan NaEDTA menggunakan elektroda ion selektif Kalsium. Perbedaan antara Barium klorida yang ditambahkan dengan kelebihan Barium yang dititrasi merupakan Barium sulfat yang diendapkan. Dalam percobaan digunakan sulfat standar 1000 ppm, larutan Ba Cl2 0,01 M, larutan Ca 1000 ppm dan larutan titer EDTA 0,01 M. Parameter percobaannya yaitu variasi konsentrasi sulfat dari 2, 5, 10 dan 20 ppm, dari hasil percobaan diperoleh bahwa untuk penentuan sulfat jangkauan analisis berkisar dari 5 s/d 20 ppm, kesalahan analisis berkisar antara 1,70 dan 2,40% dengan batas deteksi terendah sebesar 2 ppm. Hasil analisis penentuan sulfat di dalam FeSO4 7H2O dan Na2SO4 sebesar 34,00 dan 67,72%.
Kata kunci : analisis, potensiometri, sulfat (ppm).
Label:
Artikel kimia,
Elektrokimia,
Kimia Analisis
Friday, April 29, 2011
Kombinasi Silybin, Phophatidylcholine Dan Vitamin E Memperbaiki Perlamakan Hati

Hasil dari suatu penelitian terbaru menunjukkan manfaat pemberian silymarin dimana kali ini dikombinasi dengan vitamin E yang ditujukan pada penanganan kasus perlemakan hati non alkoholik (NAFLD=non alcoholic fatty liver disease), dan telah dipresentasikan dalam kongres EASL 2011 (European Association for the Study of the Liver) pada bulan April ini.
Label:
Artikel kimia,
Artikel Umum,
Fakta Sains,
Farmasi,
Kesehatan
Wednesday, April 6, 2011
KIMIA INTI
A. Unsur Radioaktif
Unsur radioaktif secara sepontan memancarkan radiasi, yang berupa partikel atau gelombang elektromagnetik (nonpartikel). Jenis-jenis radiasi yang dipancarkan unsur radioaktif adalah:
1. Partikel a (Sinar a), terdiri dari inti 2He4 yang bermuatan positip (2He4)2+.
2. Partikel b (Sinar b) atau -1e0, sama dengan elektron (e), bermuatan negatip.
3. Sinar g, mirip dengan sinar-x, berupa foton dengan panjang gelombang sangat pendek (1 - 10-3 Å).
Unsur radioaktif secara sepontan memancarkan radiasi, yang berupa partikel atau gelombang elektromagnetik (nonpartikel). Jenis-jenis radiasi yang dipancarkan unsur radioaktif adalah:
1. Partikel a (Sinar a), terdiri dari inti 2He4 yang bermuatan positip (2He4)2+.
2. Partikel b (Sinar b) atau -1e0, sama dengan elektron (e), bermuatan negatip.
3. Sinar g, mirip dengan sinar-x, berupa foton dengan panjang gelombang sangat pendek (1 - 10-3 Å).
Label:
Artikel kimia,
Kimia Dasar,
Kimia Fisik
Tuesday, December 21, 2010
2,3-dimercapto-succinic acid (DMSA) sebagai agen khelasi
Khelasi (Chelation), berasal dari bahasa Yunani chele yang berarti sepit, merujuk kepada tangan kepiting atau kalajengking. Khelasi merupakan suatu proses reversible pembentukan ikatan dari suatu ligan, yang disebut khelator atau agen khelasi, dengan suatu ion logam membentuk suatu komplek metal yang disebut khelat. Tipe ikatan yan terbentuk dapat berupa ikatan kovalen atau ikatan kovalen koordinasi.
Label:
Artikel kimia,
Kesehatan
Friday, December 17, 2010
Label:
Artikel kimia,
Kesehatan
Thursday, December 2, 2010
Wednesday, December 1, 2010
Koloid ,Jenis, dan Sifatnya
Melalui sifat sifat difusi Thomas graham membedakan zat menjadi beberapa jenis :
Diameter partikel suspensi kasar, koloid dan larutan sejati sebagai berikut :
- Zat yang mudah berdifusi biasanya berbentuk Kristal dalam keadaan padat biasanya disebut Kristaloid.
- Zat yang sukar berdifusi disebut koloid, berasal dari kata yunani, yaitu “kola” yang artinya perekat atau lem.
Diameter partikel suspensi kasar, koloid dan larutan sejati sebagai berikut :
- Suspensi kasar, disperse > 10^-7m
- Koloid,diameter partikel 10^-7m – 10^-9m
- Larutan sejati diameter molekul/ion < 10^-9m
Sunday, November 28, 2010
Apakah teknik radiokarbon dapat digunakan untuk mengetahui umur apa saja?
Teknik ini tidak akan menolong kita jika yang ingin kita ketahui umurnya masih hidup, misalnya teman mengobrol kita lewat internet yang mengaku 25 tahun. Penentuan umur menggunakan teknik radiokarbon (radiocarbon dating) berguna untuk menentukan umur tumbuhan atau sisa hewan yang mati sekitar lima ratus hingga lima puluh ribu tahun lampau.
Subscribe to:
Posts (Atom)
did not find what you were looking for? try "search article"