Saturday, April 2, 2011

Citicoline Bermanfaat Untuk Non-arteritic Ischemic Optic Neuropathy (NION)


Non-arteritic ischemic optic neuropathy (NION) merupakan suatu iskemik pada saraf optikus intraokuler yang bersifat ireversibel, bersifat mendadak, dan biasanya tidak ada keluhan nyeri. NION ini merupakan salah satu gangguan pada saraf mata yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan ataupun kehilangan tajam penglihatan dan luas penglihatan. Diperkirakan sekitar 10% pasien-pasien dengan Non-arteritic ischemic optic neuropathy (NION) mengalami keluhan nyeri bola mata ataupun nyeri kepala sebagai gejala tambahan. NION ini secara tipikal biasanya terjadi pada pasien-pasien usia > 50 tahun, namun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada usia-usia yang lebih muda. NION biasanya juga hanya mengenai satu sisi atau unilateral, walaupun subyek dengan gangguan bilateral juga pernah dilaporkan akibat tindakan pembedahan.

Banyak studi ataupun penggunaan suatu obat untuk memperbaiki atau mencegah progresi dari kerusakan saraf penglihatan akibat NION, seperti penggunaan kortikosteroid sistemik, antikoagulan, hiperbarik oksigen, dan difenilhindantoin, namun tidak ada satupun dari uji tersebut yang memberikan hasil positif atau menunjukkan efektivitasnya. Sedangkan studi yang memberikan hasil perbaikan pada tajam penglihatan pada kasis NION ini adalah penggunaan levodopa dan karbidova. Selain itu juga tindakan dekompresi dari saraf optik serign dilakukan.

Preparat lain yang juag digunakan adalah neuroprotektor, dan diantara sekian banyak neuroprotektor yang digunakan adalah citicoline. Studi-studi sebelumnya menunjukkan bahwa citicoline memberikan manfaat untuk beberapa gangguan sistem saraf pusat yang disebabkan oleh adanya hipoksia ataupun iskemik, seperti: stroke, trauma otak, Parkinson dan penyakit Alzheimar. Efektivitas obta kelihatannya berhubungan dengan kemampuan citicoline dalam merangsang beberapa sistem neurotransmiter, termasuk salah satunya adalah dopaminergik yang diketahui diekspresikan cukup luas baik pada retina maupun jaras penglihatan belakang retina. Studi-studi klinis citicoline pada bidang oftalmologi cukup memberikan misalnya; untuk pengobatan degeneratif dari saraf optikus akibat glaukoma sudut terbuka memberikan hasil yang baik. Dalam studi ini, menunjukkan citicoline mampu memperbaiki sekitar 75% perimetri penglihatan pasien glaukoma sudut terbuka, yang diberikan secara injeksi dalam waktu jangka pendek maupun jangka panjang. Studi yang lain, menunjukkan bahwa citicoline mampu memperbaiki dari tingkat kepawaspadaan. Bagaimana studi yang lain perihal penggunaan citicolin dibidang oftalmologi ?

Studi penggunaan citicoline yang lainnya adalah; penggunaan citicoline untuk memperbaiki NION. Studi ini melibatkan sebanyak 26 subyek dengan gangguan NION minimal 6 bulan, yang akan diperiksa fungsi penglihatan baik sebelum maupun setelah mendapat tindakan intervensi dengan citicoline. Subyek selanjutnya akan diacak, dan dikelompokkan menjadi dua kelompok yang sama untuk mendapatkan citicoline (n = 14) atau plasebo (n = 12). Citicoline diberikan selama 6 bulan dengan dosis 1000 mg/ hari selama 60 hari, dan dilanjutkan dengan wash out selama 120 hari ( hari ke-60 sampai 180) (T-NION). Kelompok yang mendapat plasebo (NT-NION) mendapat perlakuan pararel dengan T-NION. Mulai hari ke-180, kelompok T-NION, mendapat citicoline untuk periode yang kedua (hari ke-180 – ke-240). Dan diikuti periode wash out kembali (hari ke-241 sampai ke-360). Gambaran PERG (pattern-electroretinogram), VEP (visual evoked potential), dan VA (visual actuity) dilakukan pada semua peserta pada hari ke-0, hari ke-60 dan hari ke-180, sedangkan untuk kelompok T-NION dilakukan pemeriksaan pada hari ke-240 dan hari ke-360.

Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa data awal (PERG, VEP dan VA) kedua kelompok menunjukkan nilai abnormal dari parameter-parameter, yaitu; PERG, VEP dan penurunan VA. Dan pada akhir terapi (hari ke-60 dan ke-240) menunjukkan perbaikan dari parameter-parameter tersebut secara bermakna pada yang mendapat citicoline (T-NION) jika dibandingkan dengan data awal. Dan setelah periode wash-out, perbaikan fungsional menetap jika dibandingkan dengan data awal. Sedangkan apda kelompok yang mendapat plasebo tidak terjadi perbaikan dari parameter-parameter tersebut.

Dari studi tersebut disimpulkan bahwa, citicoline memberikan manfaat untuk pasien dengan NION (Non-arteritic ischemic optic neuropathy).

Sumber : kalbe.co.id

Related Posts Widget for Blogger

No comments:

Post a Comment

did not find what you were looking for? try "search article"