Friday, December 3, 2010

Stoikiometri

Dalam ilmu kimia, stoikiometri (kadang disebut stoikiometri reaksi untuk membedakannya dari stoikiometri komposisi) adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia (persamaan kimia). Kata ini berasal dari bahasa Yunani stoikheion (elemen) dan metriā (ukuran).

Hukum-hukum dasar ilmu kimia adalah sebagai berikut:
1. Hukum Boyle (1662)
2. Hukum Lavoiser disebut juga Hukum Kekekalan Massa (1783)
3. Hukum Perbandingan Tetap (Proust – 1799)
4. Hukum Gay Lussac (1802)
5. Hukum Boyle – Gay Lussac (1802)
6. Hukum Dalton disebut juga Hukum Kelipatan Perbandingan (1803)
7. Hukum Avogadro (1811)
8. Hukum Gas Ideal (1834)


Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier, 1783)


“ Pada setiap reaksi kimia, massa zat-zat yang bereaksi adalah sama dengan massa produk-reaksi”

Contoh :

Magnesium + Klor -> Magnesium Klorida

1,0 g               2,9 g             3,9 g




Hukum Perbandingan Tetap (Proust, 1799)

“ Pada setiap reaksi kimia, massa zat yang bereaksi dengan sejumlah tertentu zat lain, selalu tetap, atau suatu senyawa murni selalu terdiri atas unsur-unsur yang sama, yang tergabung dalam perbandingan tertentu.”

Contoh :

Air mengandung :  Hidrogen 11,19%

                            Oksigen 88, 81%

Jadi jumlah oksigen yang tergabung dengan 1 gram hidrogen dalam air adalah 8 gram.




Selengkapnya download file di bawah ini :

Stoikiometri (1).ppt
Stoikiometri (2).pdf
Related Posts Widget for Blogger

No comments:

Post a Comment

did not find what you were looking for? try "search article"